18.mau harley-davidson..?

18 Apr 2009

romo Sentanoe Kertonegoro

Sentanoe Kertonegoro

Di sekitar Pejompongan Jakarta Pusat, ada restoran bakmi jawa yang uenak dan asli dari Jogja. Lokasi tepatnya di tepi jalan Penjernihan sebrang TPU karet. Ada enam macam menu bakmi yang tersedia diantaranya bakmi telur, bakmi kepala, bakmi uritan, bakmi paha, bakmi brutu, bakmi rempela ati yang semuanya disajikan dalam bentuk rebus atau goreng.

Selain itu juga tersedia beberapa menu lainnya yang khas Jogja seperti gudeg dan baceman, tahu guling, lotek jawa, mangut lele dan carang gesing. Untuk minumannya yang khas tersedia wedang ronde, dawet serta panganan cemilan jenang gempol, lumpia dan ledrek dan masih ada beberapa panganan serta keripik dan jajanan khas Jawa Tengah.

Pemilik restoran ini adalah alm. romo Sentanoe Kertonegoro MSc (RM Sentanumurti) salah satu dari keluarga trahpugeran putra dari Prof Dr Kertonegoro SH BRA Siti Yukasanu, cucu KGPA Anom Hamengkunegoro RA roostijah, buyut GPH Puger. restoran ini memang saya buka lebih untuk pelestarian budaya ketimbang usaha bisnis ujarnya. Romo Sentanoe merasa khawatir makanan tradisional akan tersisih dari makanan dari luar negeri. Beliau merasa prihatin makanan tradisional dari daerah asalnya ini dijual di kaki lima dengan kondisi seadanya, padahal seperti bakmi jawa ini adalah makanan kebangsaan warga Jogja yang patut ditempatkan pada tempat yang layak dan terhormat.

Pada awalnya ditahun 1995 romo Sentanoe membangun sebuah restoran Bakmi Jawa didaerah pinggiran Jakarta di Jl. Rempoa Raya antara Tanahkusir Ciputat. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya di Bintaro. Kokinya diambil dari kedai bakmi jawa langganannya di Jogja yang bernama pak Rakiman. Selain itu romo juga mengajak ahli masak dari daerah Bantul. Mereka ini diminta mendidik tenaga masak di Jakarta. Beberapa tahun kemudian romo membuka lagi sebuah restoran Bakmi Jawa di Pejompongan ini. Perkakas masak dan alat sajipun didatangkan dari Jogja seperti anglo, poci, gelas dan toples. Hampir semua karyawan kedua restoran ini yang berjumlah 30 orang didatangkan dari Gunungkidul Jogja. Sebagian pelanggan lebih mengenal restoran ini sebagai Bakmi Jawa Gunungkidul.

Interior restoranpun di design khas Jawa Tengah. Dibeberapa sudut tampak digelar makanan khas, lengkap dengan pikulan, tampah serta kostum pelayannya yang khas menggunakan kain batik Jogja. Para pengunjung juga disuguhi musik gending jawa yang mengingatkan akan romantisme gaya jawa. Meskipun menekankan pada pelestarian budaya, restoran ini secara bisnis cukup mendatangkan keuntungan. Harga menunya pun sangat terjangkau kawula muda. banyak pelanggan yang bernostalgia suasana Jogja dan yang mengajak keluarga, sahabat, rekan bisnis dan beberapa public figur yang juga menjadi penggemar restoran ini kata romo bangga. Restoran ini buka weekday dan weekend sampai malam. Monggo saderek mampir dahar bakmi yaa… (melestarikan salah satu peninggalan alm.romo Sentanoe, keluarga trahpugeran) rinang pramito.

hd-bakmijawa

dahar sambil memandang Harley-Davidson sepuasnya, hanya ada di Bakmi Jawa Pejompongan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive